Senin, 26 September 2016

Explore Sorowako

Soroako, yang terlintas dipikiran saya ketika mendengar kata ini adalah asal daerah beberapa teman waktu masih sekolah dulu, yep jaman SMP SMA beberapa teman saya berasal dari Kota ini, saat itu yang saya tahu tentang kota ini aalah, kota tambang nikel nan jauh paling ujung sulawesi selatan. dulu saya gak pernah punya mimpi untuk berkunjung ke kota ini, selain karena jauh ya.. jaman sekolah uang jajan Cuma cukup beli gorengan di sekolah sukur-sukur kalo bisa bareng teh gelas,  sampai suatu hari saya melihat updatean gambar bbm salah satu teman yang berasal dari sana, difoto yang diposting sebagai profile picture bbm tersebut dia sedang main kayak dengan latar belakang danau matano., disitu kadang saya merasa senduh gundah gulana.. loh? hehe
ya dari situ saya mulai punya mimpi kalo suatu hari saya harus kesana… bermain kayak di salah satu danau terdalam didunia dengan background pegunungan verbek wahhhh gak kebayang gimana rasanya kayak pengantin baru kali ye? nyegerin ..brrrr
akhirnya saya dan seorang kawan mereservasi tiket bus menuju Soroako Kab Luwu timur. perjalanan ditempuh kira-kira 12 jam dengan bus Liman, bus cukup nyaman ada selimut, bantal dan ruang kaki yang luas, bus Liman berangkat jam 19;00 dari makassar dan tiba di soroako sekitar 7pm. kami pun diturunkan di perwakilan Bus, aka terminal.
di Soroako angkutan umum  satu-satunya hanyalah ojek, jadi jangan harap ada Angkot, Becak atau Kopaja., hahaha… turun dari bus kalian akan disambut bak putri raja oleh beberapa kang ojek, karena trip saya kali ini adalah perjalanan yang hanya direncanakan beberapa jam saja sebelum berangkat jadi kami tidak sempat reservasi hotel sebelum berangkat tapi jangan takut kang ojek akan dengan senang hati merekomendasikan hotel atau penginapan yang sesuai budget kamu.
setelah tiga penginapan yang kami kunjungi tidak sesuai dengan kenyamanan dan kestabilan perjalanan ini, haalahhh..  akhirnya kami tiba di tempat terakhir, Abadi Guest house relatif murah dan strategis, setelah istirahat sebentar tujuan pertama kami adalah Mining Park dan Bukit Poci, tempat ini lumayan berjarak dekat dari penginapan, tidak lebih 10 menit dengan ojek, sayangnya kami datang terlalu cepat ke Mining Park, ternyata jam buka weekdays adalah jam 5 sore setelah para pekerja selesai.
Bukit Poci,
Bukit Poci,
akhirnya kami memutuskan untuk datang besok sabtu paginya, perjalanan kami lanjut ke Bukit Batel atau orang lokal biasa menyebutnya Poci. dari bukit ini kita bisa melihat keseluruhan wilayah Soroako dan danau Matano yang popular itu, konon katanya kalau kita datang ke tempat ini jam 6-7 pagi kita bisa melihat pesawat yang take-off dari landasan di bawah sana. menuju tempat ini kita harus tracking sekitar 30 menit, medan nya tidak sulit karena sudah ada beberapa bagian yang dibeton untuk memudahkan pengunjung.
Jalan Beton jalur bukit poci
Jalan Beton jalur bukit poci
setelah menikmati bukit Poci kami pun mencoba menyusuri kota dengan berjalan kaki, Soroako adalah kota kecil yang nyaman dan bersih jadi asik aja jalan kaki di kota ini, selain karena di daerah poci jarang ada ojek. yahh itung-itung olahraga walaupun gempor maksimal hikshiks. masih ada banyak waktu yang tersisa sebelum hari gelap, kami memutuskan untuk mengunjungi pantai ide, pantai air tawar dari danau Matano, airnya bersih dan segar terjun dari dermaga is a must, perjalanan menuju pantai ide akan melewati kawasan Salonsa kompleks perumahan Karyawan Vale, jejeran rumah kayu berwarna hijau seragam sederhana asri dan bersih berasa lagi di belanda euy..
ImageJPEG_0027
Pantai ide
Hari kedua kami mengeksplore Danau Matano, yes it is much exited. dari penginapan kami hanya berjalan kaki menuju dermaga dimana kita bisa menyewa perahu boat menyusuri danau Matano.  harga bervariasi tergantung spot mana saja yang ingin anda kunjungi. kami memilih spot gua air dan pulau Mangga. menyusuri danau Matano sebenarnya seharian akan tidak cukup karena masih ada air terjun mata buntu dan sungai dingin yang bisa dikunjungi tapi kami memilih untuk memaksimalkan waktu berhubung titik lokasi tersebut terbilang jauh.
Mulut Gua Air
Mulut Gua Air
Gua Air tampak Atas
Gua Air tampak Atas
berenang di gua air sangat menyegarkan, beruntung saat itu air sedang surut jadi kami dengan bangga bisa masuk kedalam gua dan berenang cantik ala putri duyung, hiuhhsssss.. untuk mengambil gambar dari atas  medan yang dilewati cukup terjal, pijakan kaki hanya ranting pohon dan beberapa bebatuan tajam jadi hati-hati yah guys kalau mau panjat ke tebing
IMG20141227104315
Gugusan Pulau Mangga yang cantik
dari gua air kami melanjutkan penyusuran ke Pulau mangga, gugusan pulau-pulau kecil di danau Matano. sebenarnya pulau ini tidak mempunyai nama resmi, masyarakat lokal menyebutnya pulau mangga karena di pulau-itu
banyak tumbuh pohon mangga.
yang seru saat kalian menyusuri danau Matano adalah spot-spot yang ada belum banyak dikunjungi, jadi berenang disini seperti berenang di pulau pribadi.
Pulau Mangga
Pulau Mangga
puas basah-basahan saya dan kawan melanjutkan tujuan yang kemarin tertunda, Mining Park, tempat ini adalah museum alat berat dari perusahan PT Vale Indonesia, kalian bisa mencoba sensasi berada di atas mobil yang ban nya lebih tinggi dari badan Anda. mintalah izin di security bagian nursery untuk masuk kawasan ini,
Salah Satu koleksi di Mining Park
Salah Satu koleksi di Mining Park
Berikutnya perjalanan kami lanjutkan ke Matano Yach club di daerah Pontado,  untuk menuju tempat ini, Anda akan melewati kompleks kawasan perumahan pejabat PT Vale Indonesia. halaman yang luas dan tertata rapi sungguh menyenangkan.
Dermaga Pontado Matano Yacht Club
Dermaga Pontado Matano Yacht Club
sebenarnya kami bertujuan untuk mencoba olahraga Yacht atau paling tidak kayak tapi sayangnya arus air dan angin sedang tidak bagus jadi kami membatalkan niat, alhasil kami hanya duduk santai di dermaga menunggu senja.
Kawasan Peleburan PT Vale Indonesia
Kawasan Peleburan PT Vale Indonesia
Sebelum kembali ke penginapan, kami mencoba mengunjungi kawasan peleburan PT Vale Indonesia, setiap jam 7 – 8 malam langit Soroako terlihat merah, ini dikarenakan efek dari peleburan nikel perusahaan tersebut. sayangnya pada saat mengunjungi tempat ini, kami berada di sisi yang berbeda, dimana peleburan yang dimuntahkan tidak menghadap ke kami, tapi kami masih bisa merasakan dahsyatnya api leburan, saya dan kawan tiba-tiba merinding dan takjub saat peleburan itu dimuntahkan dari mobil raksasa, kami membayangkan api neraka.. maafkan baim tuhaaaannn… menuju kawasan ini membutuhkan sekitar 25 menit dengan ojek.
Hari terakhir sebelum kembali ke Makassar kami mengunjungi Air Terjun Mata Buntu di Desa Wasuponda Soroako. Air terjun ini merupakan air terjun bertingkat yang memiliki sekitar 20 tingkatan, Jika tidak hujan air yang jatuh sangat jernih dan segar, ditambah kawasan hutan yang masih perawan membuat tempat ini terasa sangat sejuk.
Tingkatan paling atas air terjun Mata Buntu
Tingkatan paling atas air terjun Mata Buntu
menuju Air Terjun Mata Buntu menghabiskan sekitar 40 menit dari Soroako menggunakan ojek, Anda akan disambut paparan sawah hijau yang indah saat memasuki kawasan ini. Air Terjun Mata Buntu sudah menjadi tujuan wisata penduduk sekitar saat libur tiba, jadi jika ingin lebih leluasa hindarilah hari libur.
Setelah bermain di Air Terjun Mata Buntu tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Sungai Larona di Desa Karebbe perbatasan Malili Soroako, masih menggunakan ojek jarak yang ditempuh sekitar 25 menit dari Wasuponda, sebenarnya jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, Anda akan melewati tempat ini sebelum tiba di Soroako jadi Anda bisa menyempatkan untuk mengabadikan gambar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar